Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenaker Kemenlu Perjuangkan TKW Libia Kembali Ke Indonesia!!!

INFO BHAYANGKARA

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:29

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Banten | Apaoun kasus penyebab masalah TKW di Negera Libia maupun TKW di Negera Negera tetangga luar negeri pemerintah RI harus menyelamatkan warganya dari berbagai kasus permasalahan apalagi menyangkut hal asasi kemanusian seperti yang dialami Sumiati wargs Kab Tangerang Provinsu Banten Indonesia Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto kita harapkan segera memerintahkan atas nama negara membela warganya diluar negeri negara Libia agar segera memerintahkan Kemenlu bersama Kemenaker berangkat ke Libia untuk memulangkan warganya yang teraniaya tersiksa disana”,ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen dikantornya dibilangan Cijantung Jakarta 10/8/2026 via telpon selulernya.

Jagat maya diduga kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video pengakuan seorang TKW, pekerja migran asal Kabupaten Tangerang, Banten, yang mengaku tengah mengalami tekanan saat bekerja di Libya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video berdurasi sekira 2 menit 11 detik tersebut beredar di salah satu grup WhatsApp komunitas warga Tangerang, “GAMATA”, pada Minggu (9/8/2026). Dalam video itu, seorang perempuan yang mengaku bernama Sumiati (46), warga Kabupaten Tangerang, menyampaikan keluh kesahnya sembari menahan tangis.

Dalam pengakuannya, Sumiati menyebut dirinya awalnya dijanjikan bekerja di Turki dengan gaji sekitar 350 dolar. Namun, menurut pengakuannya, ia justru diberangkatkan dan bekerja di Libya dengan gaji yang disebut hanya 300 dolar.

Ia juga mengaku telah beberapa kali berpindah majikan. Namun, perpindahan tersebut disebut belum membuat kondisi yang dihadapinya menjadi lebih baik.

“Saya ditipu agen. Saya sudah empat kali gonta-ganti majikan, saya belum pernah menerima gaji. Katanya orang kantor yang menerima,” ungkap Sumiati dalam video tersebut dengan suara bergetar bola mata nanar berkaca-kaca.

Sumiati juga mengaku sempat mendapatkan ancaman dari majikan keempatnya. Ia mengatakan dirinya diperingatkan akan dikembalikan ke kantor agen apabila pekerjaannya dinilai tidak cukup bersih.

Dalam video tersebut, Sumiati menggambarkan beban pekerjaan yang harus dilakukannya seorang diri.

“Di sini banyak angin, rumah sebesar ini saya sendiri yang mengerjakan,” ujarnya sembari terisak.

Di tengah kondisi tersebut, Sumiati kemudian menyampaikan permohonan agar pemerintah Indonesia membantu memulangkannya ke tanah air.

“Saya cuma minta tolong pulangkan saya ke Indonesia. Saya tertekan, saya nggak kuat,” keluhnya.

Dalam video lainnya, Sumiati juga menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten agar persoalan yang dialaminya mendapat perhatian.

Ia mengaku berasal dari Kampung Kebon Cau, RT.011/003, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, dan sa’at ini berada di Libya.

Selain video pengakuan tersebut, beredar pula foto identitas diri yang disebut memuat nama, alamat, serta keterangan singkat mengenai asal-usul Sumiati.

Namun demikian, seluruh keterangan mengenai dugaan penipuan agen, pembayaran gaji, proses penempatan, serta kondisi pekerjaan Sumiati masih merupakan pengakuan yang disampaikan dalam video dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Kasus tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, terutama instansi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam perlindungan pekerja migran Indonesia.

Jika benar terdapat persoalan penempatan yang tidak sesuai dengan perjanjian awal, persoalan pembayaran gaji, maupun dugaan pelanggaran terhadap hak pekerja migran, maka diperlukan penelusuran dan klarifikasi terhadap pihak agen penyalur serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan Sumiati.

Kini, publik menunggu langkah pemerintah untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Sumiati sekaligus mengusut secara terang persoalan yang dikeluhkannya.

Jangan sampai jeritan seorang pekerja migran di negeri orang hanya berhenti sebagai video yang viral di jagat maya.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:53

Lapas Labuhan Ruku Gelar Sidang TPP, Usulkan 18 Narapidana Ikuti Program Rehabilitasi Berbasis Ketahanan Pangan 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Lapas Labuhan Ruku Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Melalui Kegiatan Sortir Ikan Lele

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:38

Cegah Kemacetan, Subsatgas Samapta Ops Mandalika Atur Lalu Lintas di Kawasan Kute Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:30

Mari Wujudkan Kepatuhan Lalu Lintas Dengan Selalu Mengutamakan Keselamatan Bersama Satlantas Polres Pematang Siantar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53

Mantapkan Mekanisme Clearance Pejabat BUMD, Pemko Tanjungbalai Ikuti Sosialisasi Pelayanan Clearance

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:52

Mantapkan Mekanisme Clearance Pejabat BUMD, Pemko Tanjungbalai Ikuti Sosialisasi Pelayanan Clearance

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:37

Tinggal Sendiri, Bukan Berarti Sendirian: Peran Keluarga dalam Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:47

Jelang MotoGP 2026, Satgas Preventif Patroli Dialogis di Pelabuhan Gili Mas

Berita Terbaru