FRONTAL Jawa Timur Minta Potongan Komisi Aplikator Maksimal 10 Persen

INFO BHAYANGKARA

Rabu, 2 September 2026 - 08:09

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA || – Presidium Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur, Tito Ahmad, mendorong adanya penataan ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan dengan memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.

Menurutnya, persoalan besaran potongan komisi aplikator menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan perusahaan aplikator.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tito menyampaikan bahwa, driver online menghadapi berbagai beban operasional di tengah penerapan potongan komisi yang dinilai cukup tinggi. FRONTAL Jawa Timur mendorong agar potongan komisi aplikator dapat dikurangi hingga maksimal 10 persen sehingga pendapatan yang diterima mitra pengemudi dapat lebih proporsional dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kami berharap pemerintah dan perusahaan aplikator dapat memperhatikan kondisi para pengemudi. Penataan transportasi online perlu dilakukan secara adil agar keberadaan driver sebagai mitra dapat terlindungi dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Tito melalui keterangannya, Rabu (2/9).

Selain persoalan potongan komisi, Tito mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan komunitas pengemudi dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi online. Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara konstruktif dengan mengedepankan dialog serta tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Tito juga mengajak seluruh driver dan komunitas transportasi online di Jawa Timur, untuk menjaga situasi tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi. FRONTAL Jawa Timur, kata dia, siap mendorong penyampaian aspirasi secara tertib, damai dan bertanggung jawab sehingga kepentingan pengemudi dapat diperjuangkan tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami ingin persoalan yang dihadapi driver dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Pemerintah, aplikator dan pengemudi harus bersama-sama membangun ekosistem transportasi online yang sehat, transparan, berkeadilan dan berkelanjutan,” tutup Tito. (Red).

Berita Terkait

SWI Jabar Pertegas Fungsi Kontrol Sosial, Dorong Keterbukaan Informasi dan Kemitraan Media yang Berkeadilan
Pererat Solidaritas, Mabes Polri Gelar Bhakti Sosial Bersama Ratusan Pengemudi Ojol
Prabowo, Anies dan Samsuri, S.Pd.I, M.A adalah Tiga Besar Tokoh Nasional Potensial untuk Pilpres 2029
DPC PERMAHI Banten Tuntut Kepala Kejaksaan Banten yang baru Segera Turun Tangan Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01

Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Siswa SMP Negeri 1 Dolok Panribuan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:52

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar Jumat Curhat dan Jumat Berkah di Mariah Jambi, Tampung Keluhan hingga Bagikan Bansos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:54

*Rumah yang Dijadikan Bengkel Pembuatan Steling Disergap, Kasat Resnarkoba Pimpin GSN di Tanjung Morawa*

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Lapas Labuhan Ruku Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Melalui Kegiatan Sortir Ikan Lele

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:38

Cegah Kemacetan, Subsatgas Samapta Ops Mandalika Atur Lalu Lintas di Kawasan Kute Mandalika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:26

*Belajar dari Bappelitbangda Tangsel, Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI*

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:30

Mari Wujudkan Kepatuhan Lalu Lintas Dengan Selalu Mengutamakan Keselamatan Bersama Satlantas Polres Pematang Siantar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53

Mantapkan Mekanisme Clearance Pejabat BUMD, Pemko Tanjungbalai Ikuti Sosialisasi Pelayanan Clearance

Berita Terbaru